Wednesday, May 22, 2013

Memanfaatkan Cahaya

Untuk bisa memotret, kita membutuhkan cahaya. Untuk mendapatkan foto yang bagus, kita perlu memanfaatkan cahaya ini dengan sebaik-baiknya.

Cahaya bisa berasal dari berbagai macam sumber. Ada cahaya alami, ada cahaya buatan. Pada bagian ini akan saya bahas mengenai macam-macam cahaya tersebut serta karakteristiknya.

Tetapi sebelumnya, ada beberapa hal yang perlu dipahami di dalam memanfaatkan cahaya pada pemotretan.

1. Arah Cahaya
    Arah cahaya akan menentukan bagaimana jatuhnya cahaya dan bayangan yang dihasilkan.
2. Karakter Cahaya
    Cahaya memiliki karakter. Ada cahaya keras, cahaya lembut, cahaya terarah, cahaya tersebar, dan sebagainya
3. Intensitas cahaya
    Intensitas cahaya adalah besar kecilnya kekuatan cahaya yang mengenai objek.


Tuesday, May 21, 2013

Aggenda Dies Natalis ISI Yogyakarta

Wah, udah akhir Mei aja ni. Ga kerasa bentar lagi ISI ulangtahun. Dalam rangka dies natalis tahun ini, ISI akan menggelar beberapa agenda untuk menyambut dies natalis tahun ini. Tak hanya dari mahasiswa Seni Pertunjukan, dari mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Fakultas Seni Media Rekam juga akan pamer karya. Dalam postingan kali ini, saya akan kasih bocoran ni agenda kegiatan dies natalis ISI.


Dimaz Muharri


Siapa sih yang nggak kenal sama Dimaz Muharri? Cowok cakep kelahiran Binjai, 17 September 1985 ini bermain untuk club basket asal Surabaya, yaitu CLS Knights Surabaya sejak kurang lebih 3 tahun yang lalu. Kini, cowok yang mempunyai berat 70 kg dan tinggi 181 cm ini sedang mengikuti turnamen bergengsi nasional yaitu NBL Championship Series yang diadakan mulai dari tanggal 18-26 Mei 2013 mendatang di GOR UNY Yogyakarta.

Sempat bermain prima di Surabaya, tim CLS mengalami kemunduran di seri Yogyakarta ini. Sempat kalah melawan tim Garuda Kukar Bandung, CLS masih memiliki kesempatan setidaknya untuk menjadi juara ke 3 dengan mengalahkan Bimasakti Nikko-Steel Malang. Setelah berhasil mengalahkan BSM, CLS harus mengalahkan Dell Aspac Jakarta malam ini untuk dapat lolos ke pertandingan selanjutnya.

Inilah beberapa aksi Dimaz pada saat melawan Garuda Kukar Bandung.







Arbain Rambey



Nama : Arbain Rambey
Lahir : 1961
Karir :
  • 1988 meraih gelar sarjana Teknik Sipil ITB
  • 2005 menerbitkan buku foto “Mist of Time” yag diterbitkan oleh Waterous & Co di London
  • 1999 juara tunggal Festifal Seni Internasional Art Summit
  • 2006 dan 2007 memenangkan medali perunggu lomba Salon Foto
  • Bekarja di Harian Kompas dan sebagai pengajar di Darwis Triadi School of Photography serta di Universitas Media Nusantara
  • Arbain juga kerap mengadakan pameran foto baik secara bersama dengan fotografer lain atau pameran foto tunggal seperti Ekspresi (Medan, 2002), Mandailing (Medan, 2002), Senyap (Bentara Budaya, Jakarta, 2004) dan Colour of Indonesia (Galeri Cahaya, Jakarta, 2004).

    Contoh karya :



Agus Leonardus



Nama : Agus Leonardus
Lahir : 1955
Karir :
  • 1977 beliau mempelajari ilmu ekonomi di UGM sembari mempelajari fotografi
  • 1982 meraih lisensi dari Royal Photography Society of Great Britain dan mendapat penghargaan dari Federation Internasionale Del’art Photographique, Belgia.
  • 1987 fotonya terpilih untuk dipamerkan di Kodak Pavillion Prifesional Photographers Showcase, EPCOT Center Walt Disney, Florida, USA.
  • 2006 menerbitkan buku berjudul “Djogjakarta in My Nokia” yang disponsori oleh Nokia
  • Melaksanakan pameran tunggal “Seni Rupa Foto Kata Hati” tahun 1995 dan “Waton Urip” tahun 2006

    Contoh karya :




Wednesday, May 15, 2013

Nggak Ngelihat Atau Pura-Pura Nggak Tau?


Latar Belakang

Tak asing dengan kata Maliboro. Kawasan wisata yang sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu ini selalu ramai dengan pengunjung. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara dapat kita temui di sepanjang jalan Malioboro. Yang ditawarkan Malioboropun beragam. Dari pusat perbelanjaan yang murah meriah, hingga yang harganya selangitpun ada. Dari jajanan pasar sampai oleh-oleh juga ada. Dari angkringan sampai restoran mewah juga ada. Fasilitas jalan-jalan dari Becak sampai Taksi juga tersedia.

Isu Terkait

Kawasan Malioboro yang tak hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki ini menyimpan begitu banyak pelanggaran. Wilayah satu arah yang tak hanya terdiri dari pejalan kaki, pengguna kendaraan bermotor yang lalu lalang juga tak lepas dari pelanggaran. Ntah mereka sengaja atau tidak, namun banyak sekali yang melanggar rambu-rambu lalu lintas yang dipasang disepanjang jalan Malioboro. Rambu-rambu yang terpasang di sepanjang jalan Malioboro itu jelas-jelas masih sangat bagus dan perawatannya juga lumayan. Sebagai contoh, untuk hari ini saja lebih dari 10 pelanggaran yang saya temui disepanjang jalan Malioboro. Pelanggaran tersebut masih tertangkap oleh mata saya, bagaimana jika saya tidak tahu ada pelanggaran lain di tempat-tempat lain sekitar Malioboro?

Ntah apa yang dipikiran para pengunjung dan masyarakat sekitar situ. Apa mereka tidak melihat keadaan sekitar dulu. Apa mereka tidak menyadari bahwa ada rambu-rambu lalu lintas yang bermanfaat untuk memperingatkan mereka secara tidak langsung. Memang, hari ini tidak terjadi kecelakaan atau peristiwa yang menimbulkan korban, namun alangkah baiknya jika mereka mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada disekitar mereka. Sangat sulit untuk menyadarkan masyarakat. Polisi seharusnya juga menertibkan mereka. Namun, yang saya temui dilapangan malah seorang polisi yang menilang salah satu pengguna speda motor. Ntah dia melanggar lalu lintas atau kelangkapan motornya tidak lengkap, saya tidak tau. Yang tertangkap oleh mata saya, polisi tersebut terlihat menepikan seorang pengendara motor dan tidak tahu apa yang mereka bicarakan, lalu polisi itu berlalu. Sebagai contoh lain, sampai hari ini masih banyak orang-orang yang berjualan di kawasan 0 KM. Padahal jelas-jelas didekat mereka terdapat tulisan yang melarang penjual untuk berjualan di kawasan 0 KM. Ada lagi, pengguna kendaraan bermotor juga tak ketinggalan. Jelas-jelas tertera rambu diralang untuk parkir, namun tetap saja ada yang memarkirkan kendaraan mereka disekitar situ. Apa lagi kendaraan tersebut adalah milik salah satu restaurant cepat saji yang terdapat di kawasan Malioboro. Pernah sekali saya melihat Satpol PP menertibkan penjual yang berada disekitar 0 KM, namun itu pun juga tidak berlangsung lama, esoknya saya melihat penjual masih tetap menggelar lapaknya disekitar kawasan 0 KM. Mungkin karena kebiasaan atau mungkin Pemkot yang menyediakan lahan berjualan terasa kurang dimata penjual. Apa anggapan mereka untuk berjualan di sekitar Malioboro bisa meningkatkan pendapatan mereka?

Yang menjadi pertanyaan saya, apa mereka tidak bisa membaca atau menerjemahkan maksud dari rambu tersebut? Jika memang iya, lantas kenapa mereka kok menghitung uang saja bisa?

This is it "Malioboro"


 Masih aja ada yang nekat

Tuh kan, ketilang! 

 Zebra Cross, buat apa?

 Kalo ini nggak tau deh!

Ini sepertinya sudah jelas

Biografi : Kartono Ryadi


Nama    : Kartono Ryadi
Lahir      : Pekalongan, 30 Juni 1945
Wafat    : Jakarta, 31 Agustus 2005
Karir       :
·         1971 fotografer majalah Ekspress dan bergabung di harian Kompas
·         1974 mendapatkan penghargaan dari World Press Photo tentang pangeran Bernard (Belanda) yang sedang menolong orang utan
·         1980 mendapatkan penghargaan dari World Press Photo tentang foto ikan pesut yang melahirkan di Ancol
·         1992 memotret Susi Susanti yang berlinangan air mata ketika mendapatkan emas di Olimpiade Barcelona
·         Memenangi Hadiah Adinegoro sehingga beliau dianggap sebagai pendobrak fotografi jurnalistik Indonesia modern


Karya Kartono Ryadi